Semangat Berkompetisi yang Positif dalam Berproses Menuai “Bonus” yang Memuaskan

Semangat kompetitif yang positif adalah hal yang perlu ditumbuhkan di dalam diri seorang peserta didik. Dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat kompetitif seorang siswa akan belajar mengenai proses, bagaimana berusaha melakukan yang terbaik, bagaimana berinteraksi, melakukan toleransi, mengajukan pendapat dengan baik, menghargai pendapat orang lain dan pengalaman-pengalaman teknis yang tidak dapat mereka pelajari di dalam kelas, begitupun dengan pelejaran untuk berlapang dada dalam menerima hasil dari usaha yang telah dilakukan.

Sebagai manusia-manusia muda yang sedang berada dalam kondisi semangat juang yang membara, siswa-siswi kami sangat antusias dalam mengikuti berbagai perlombaan. Salah satu ajang bergengsi yang kami ikuti terakhir kali adalah Koding Keker Competition yang diadakan oleh Rubrik Keker / Zetizen dari Harian Fajar bertempat di Gedung Balai Sidang Utama Universitas Muhammadiyah Makassar (9 – 14 Mei 2016).

Dalam event ini kami mengikuti 4 jenis lomba yang diharapkan akan mampu untuk membangun jiwa kompetisi positif dalam diri siswa-siswi kami. Keempat lomba tersebut adalah Cerdas Cermat, Tari Kreasi, Unique Dresscode, dan yang menjadi hot news pada event ini adalah lomba Koran Dinding 3 Dimensi.

Alhamdulillah, dalam ajang ini, meskipun kami tidak fokus dalam mengejar juara kami mampu membawa pulang 3 piala yang tentu saja menjadi “bonus” dalam mencambuk semangat siswa-siswi kami. Mereka sempat minder mengikuti perlombaan ini untuk pertama kalinya, terdapat pergulatan emosi yang cukup sengit mengingat persaingan yang akan mereka hadapi cukup sengit. Pengalaman ini tentu saja sangat diharapkan mampu memberikan efek-efek positif yang nantinya akan berguna bagi kehidupan siswa-siswi kami in real life.

IMG_2574

IMG_2571

IMG_2551

IMG_2513

 

Field Trip Lazuardi Athaillah GIS Makassar 2016

Assalamualaikum..

“The only source of knowledge is experience” Albert Einstein

Alhamdulillah kami telah melaksanakan kegiatan tahunan sekolah yaitu melakukan proses pembelajaran berbentuk perjalanan yang diharapkan dapat membantu siswa-siswi kami mengalami secara langsung hal-hal yang selama ini hanya mereka dapatkan dalam bentuk teori di dalam kelas.

Kali ini kami mengunjungi salah satu daerah termaju di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Kabupaten Bantaeng. Kami menempuh perjalanan selama 4 jam untuk tiba di daerah ini. Dalam kesempatan ini kami mendapatkan kehormatan untuk bertemu dan mengadakan audiensi dengan Bapak Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr. sebagai Bupati yang mampu membawa nama Kabupaten Bantaeng dalam kancah internasional. Siswa-siswi kami diberikan kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang membuat mereka penasaran mengenai menejemen kepemimpinan Beliau. Bagaimana Beliau membuat kemajuan besar-besaran dalam berbagai sektor di daerah Bantaeng? Bagaimana Beliau melihat kompetensi yang besar di daerah tersebut, sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya? Bagaimana Beliau menerapkan manajemen yang tepat dalam rangka membangun daerah tersebut?

Kami disambut hangat dan bahkan dijamu oleh Beliau. Siswa-siswi kami pun berkesempatan untuk berpaduan suara di hadapan Beliau. Terima kasih Bapak Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr. Doakan kami menjadi orang yang berguna bagi orang lain seperti Bapak.

 

Sebagai daerah yang berdampingan dengan pesisir laut, Bantaeng menawarkan pemandangan laut yang indah dan tidak mungkin kami lewatkan. Setelah berolahraga pagi hari itu, kami bermain dan menikmati keindahan pantai Marina.

Setelah puas bermain dengan angin pantai yang cukup menggerahkan, kami beranjak menikmati daerah sejuk nan indah yang juga ditawarkan oleh Kabupaten Bantaeng. Desa Loka merupakan salah satu objek wisata yang ternama di Kabupaten Bantaeng. Desa ini terletak di daerah pegunungan sehingga kami bisa meredakan semangat yang tadinya menggebu-gebu dibakar oleh terik matahari pantai. Di desa ini kami menikmati keindahan perkebunan mini yang menyajikan pemandangan taman bunga yang sedang mekar.

Kami belajar dari pengalaman. Pengalaman kami maupun pengalaman orang lain. Kami menuju sukses, InsyaAllah.

“Trees for Earth” Kegiatan Earth Day 22 April 2016

Assalamualaikum..

Let there be peace on earth and let it begin with me” Seymour Miller and Jill Jackson

Karena hal besar selalu diawali dengan langkah-langkah kecil. Memberikan yang kami bisa kepada Bumi kami yang besar ini dengan melakukan hal-hal kecil dari diri kami dan sekitar kami.

Proses membuat vertical garden

Memanfaatkan barang bekas,

Membersikan lingkungan sekolah

Membuat poster unik mengenai bumi untuk mengingatkan orang lain dan diri sendiri betapa pentingnya menjaga kelestarian bumi

 

Semoga dengan kegiatan ini kami semua menjadi lebih bersyukur atas nikmat Allah SWT dengan menjaga kelestarian bumi sebagai salah satu nikmat-Nya.

 

Kegiatan siswa: Aktif, Kreatif dan inovatif – LazA Fest 2016

10372585_226782904337991_1256524993235861013_n 5445_226780431004905_8140978552689641428_n 12806120_226779781004970_5584203271427635792_n

Assalamualaikum everyone..

Kegiatan LazA Fest 2016 yang kami adakan pada hari Ahad, 14 Februari 2016 ini berlangsung sangat meriah. Dengan jumlah peserta lomba yang tidak kami duga hampir mencapai 100 orang menjadi kebanggan tersendiri bagi kami bahwa kami mampu membangkitkan minat dan jiwa kompetitif yang sehat dari para partisipan. ke-lima lomba yakni lomba menggambar, lomba tahfidz, lomba story telling, lomba menyanyi solo serta lomba ranking 1 menjadi hal menarik tersendiri bagi peserta yang menyukai seni dan mampu dalam bidang akademik. Melalui kegiatan ini para siswa Lazuardi Athaillah Makassar pun mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga terkait dengan kemampuan sosial serta kemampuan time and person managerial dalam bentuk kepanitiaan yang akan menjadi pengalaman awal mereka dalam menjalani kehidupan real yang lebih efektif dan efisien. Anak-anak kami menjadi lebih aktif dalam melakukan komunikasi yang baik dan formal sebagai panitia, memamerkan hasil-hasil karya kreativitas yang mereka dapatkan dari kelas kewirausahaan sebagai bentuk karya unik bernilai, serta melatih kepercayaan dirinya dengan menampilkan kemampuan mereka dalam bidang seni vokal dan tari.

Karena kami mempelajari kehidupan dengan cara yang sangat menarik.

Alhamdulillah, semoga kegiatan ini menjadi berkah bagi kami.

We do the process and we get the result.

22 Alasan Kenapa Orang Tua Perlu Menyekolahkan Anaknya di Lazuardi GIS

cropped-email-stiker-mobil1.jpg

1.
Lingkungan sekolah dirancang agar nyaman, selesa (spacious), asri, bersih, sehat, sopan, ramah, akrab, dan demokratis.
2.
Tersedia sarana yang cukup untuk menunjang proses pembelajaran, baik dalam hal ketersediaan berbagai lab sains, bahasa, dan komputer — ruang untuk berbagai aktivitas, alat peraga, sarana Teknologi Informasi, perpustakaan, wahana permainan dalam dan luar ruang, dan sebagainya.
3.
Kurikulum di Lazuardi GIS dirancang dengan sepenuhnya mengacu kepada perspektif yang benar mengenai tujuan pendidikan, yakni menyiapkan anak-anak kita agar menjadi manusia-manusia yang berhasil dan hidup sejahtera. Termasuk di dalamnya :a. Memilih mata pelajaran-mata pelajaran dan materi-materi wajib hanya yang benar-benar relevan dengan tujuan pendidikan tersebut di atas. Dengan demikian, bukan saja siswa tak perlu dibebani dengan materi yang terlalu padat, proses pembelajaran dapat dirancang lebih fun, lebih demokratis, dan memberi ruang yang jauh lebih banyak bagi siswa untuk melatih berfikir kreatif.

b. Memanfaatkan kurikulum intenasional yang dikembangkan di berbagai negara maju untuk memperkaya kurikulum nasional dan kurikulum khas Lazuardi.

4.
Sebagai sekolah Islam, bukan saja pelajaran agama mendapat perhatian penting, pengajaran mata pelajaran ini dilakukan dengan mengacu kepada perbaikan kualitas budi pekerti (akhlak) yang memang merupakan tujuan puncak pendidikan agama.
5.
Lazuardi GIS tidak menuntut siswa menghafal kecuali pada sebatas minimum materi yang memang membutuhkan hafalan, seperti Aritmatika, rumus-rumus tertentu, bacaan shalat dan doa-doa, dan sebagainya.
6.
Guru ditempatkan sebagai fasilitator untuk mendukung perkembangan segala kemampuan dan kreativitas siswa dan bukan makhluk serba tahu otoriter yang memperlakukan siswa sebagai wadah mati yang dijejali dengan berbagai materi apa saja yang lebih sering tidak relevan dan tidak kontekstual dengan kebutuhan real siswa dan tujuan pendidikan yang benar.
7.
Guru-guru yang merupakan lulusan-lulusan terbaik dari berbagai perguruan tinggi terkemuka, UI, ITB, IPB, UGM, UNPAD, Perguruan-perguruan Tinggi ilmu Kependidikan (dahulu IKIP), UIN (dahulu IAIN) dan sebagainya, yang terlatih, committed terhadap pekerjaannya, kreatif, penuh dedikasi, dan memiliki kasih sayang kepada anak-anak.
8.
Menerapkan pendekatan Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) yang mengakui kepemilikan berbagai kecerdasan yang berbeda-beda dalam setiap siswa, untuk kemudian menggali dan mengembangkannya. Berdasar pendekatan ini, Lazuardi GIS menganggap semua anak adalah (berpotensi menjadi) juara, dan karenanya sangat dermawan untuk memberikan award kepada semua siswa.
9.
Kegiatan belajar sambil bergerak dan bekerja, serta praktik (hands on learning), mendapatkan penekanan penting. Demikian pula penggunaan alat peraga visual. Hal ini dimaksudkan agar proses belajar melibatkan ketiga-tiga gaya-belajar : auditori, visual, dan kinestetik (berorientasi gerak). Untuk keperluan ini sekolah menyediakan minizoo dan minifarm sebagai medium bagi siswa untuk belajar pertanian, sambil belajar berkegiatan ekonomi dengan menjual hasilnya pada saat market day.
10.
Untuk mendukung hal di atas, kelas dirancang sedemikian sehingga tak memiliki arah muka demi menciptakan impresi bahwa fokus kelas adalah seluruh siswa, dan bukan guru.
11.
Pada saat yang sama, kelas juga di atur dan dihias secara meriah dan bervariasi dengan berbagai alat peraga, termasuk hasil karya siswa, demi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi lahirnya kreativitas dan kepercayaan diri siswa.
12.
Proses pembelajaran diselenggarakan secara kontekstual dengan kehidupan sehari-hari siswa agar siswa lebih mudah menangkap dan juga terlatih untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan kebutuhan-kongkretnya.
13.
Demikian pun, ruang belajar sama sekali tak dibatasi pada ruang kelas, melainkan juga seluruh lingkungan sekolah, baik yang dekat maupun yang jauh. Karena itu, karya wisata ke luar sekolah, seperti ke tanah pertanian, sungai, perkebunan, bank, supermarket, kantor pos, bandara, industri, dan sebagainya, mendapatkan perhatian khusus dan merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dengan kurikulum sekolah.
14.
Memberikan perhatian besar kepada pengembangan minat baca dan keterampilan menulis. Untuk keperluan pengembangan minat baca ini sekolah menyediakan ruang perpustakaan pusat dan perpustakaan-perpustakaan mini di setiap kelas.
15.
Memberikan perhatian khusus, selain kepada aspek kognitif (konseptual), juga kepada aspek-aspek afektif (emosi dan sikap) dan psikomotorik (praktik dan pembiasaan). Hal ini tak terbatas hanya pada proses pembelajaran, melainkan juga pada penilaian (assessment) atas pencapaian siswa. Bahkan, pelajaran-pelajaran tertentu dinilai lebih dari sudut afektif dan psikomotorik, ketimbang kognitif, seperti misal pelajaran agama dan budi pekerti, olah-raga, dan sebagainya.
16.
Memberi perhatian besar kepada Teknologi Informasi (information Technology, IT) dalam bentuk pengenalan dan pendalaman keterampilan ini bahkan sejak anak masih berada di tingkatan prasekolah, serta menyediakan sarana komputer di setiap kelas, di samping pengadaan lab komputer yang lengkap dan up to date.
17.
Sebagai bagian dari pemberian perhatian khusus kepada IT, dan untuk mendukung komunikasi yang intensif antara sekolah, siswa, dan orang tua, Lazuardi GIS mengembangkan sistem data base on-line real time selama 24 jam yang memungkinkan orang tua dan siswa berkomunikasi secara one to one dengan sekolah, termasuk mengakes materi pelajaran, PR, tugas-tugas, dan pesan-pesan guru/sekolah, dengan jalan melakukan koneksi dengan server pusat di sekolah. Untuk keperluan ini, setiap orang tua diberi pass word khusus.
18.
Penerapan secara bertahap — program bilingual, yakni penggunaan bahasa Inggris sebagai medium pengajaran di samping bahasa Indonesia.
19.
Sekolah terus mengembangkan upaya untuk meningkatkan komunikasi dengan orang tua karena, Lazuardi GIS berkeyakinan bahwa tujuan pendidikan akan bisa dicapai secara maksismum hanya jika terjadi komunikasi dan kerjasama yang intensif di antara keduanya.
20.
Mengadopsi prinsip pendidikan inklusif, yakni mengintegrasikan anak special needs ke dalam kegiatan belajar-mengajar regular (yang dilengkapi dengan program terapi khusus oleh terapis-terapis terlatih dan berpengalaman). Dasarnya adalah keyakinan bahwa anak-anak seperti ini akan lebih terdukung untuk mengembangkan potensinya jika bersekolah di sekolah regular, dan bukan sekolah luar biasa. Selain tentu memberikan manfaat kepada siswa-siswa yang memiliki special needs tersebut, program ini juga membantu anak-anak untuk bisa bersosialsisasi dengan berbagai kelompok orang dengan ciri khas masing-masing, sekaligus menimbulkan compassion dan sikap penuh pengertian terhadap rekan-rekannya yang memiliki kebutuhan khusus.
21.
Lazuardi GIS memiliki dan menyelenggarakan tanggung-jawab sosial dengan memberikan beasiswa kepada siswa dari keluarga kurang mampu di sekitar sekolah, mengembangkan program madrasah asuh, dan terlibat dalam pengembangan sekolah unggulan gratis, juga bagi keluarga kurang mampu. Partisipasi Lazuardi GIS mencakup pelatihan guru, termasuk penyediaan kesempatan magang, penggunaan fasilitas-fasilitas sekolah untuk kegiatan belajar-mengajar di madrasah dan sekolah unggulan gratis tersebut, bantuan perancangan kurikulum, penyediaan guru bantuan, dan jika diperlukan pemberian bantuan dana.
22.
Manajemen di Lazuardi GIS diselenggarakan secara profesional sesuai standar-standar yang diterapkan di setiap organisasi dan usaha yang baik, termasuk dalam bidang administrasi, pengembangan SDM (HRD), umum (general affairs), dan sebagainya.

Sumber : Lazuardi Jakarta

Pendidikan Menengah Universal Untuk Mempersiapkan Masa Depan

Oleh Bambang Indiryanto
Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Kemdikbud

Ketika kebijakan pendidikan dikaitkan dengan generasi masa depan, kebijakan tersebut mempunyai suatu landasasan konseptual. Berdasarkan pada Human Capital Theory intervensi kebijakan pendidikan merupakan bentuk investasi pada diri manusia. Setiap intervensi pada diri manusia melalui pendidikan akan memberikan nilai balik tidak hanya pada inividu yang mendapatkan pendidikan, tetapi juga pada lingkungan sosial dari individu tersebut. Nilai balik balik yang dirasakan oleh individu yang mendapatkan pendidikan disebut dengan private benefit, sedangkan nilai balik yang berdampak positif bagi lingkungan sosial disebut dengan social benefit.

Private benefit berupa peningkatan taraf kehidupan inividu yang bersangkutalamatan. Nilai balik tersebut biasanya diukur dengan tingkat kesejahteraan ekonomi karena penghasilannya meningkat seiring dengan peningkatan pendidikannya. Demikian juga dalam konteks social benefits peningkatan jenjang pendidikan warga negara suatu negara akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga negara tersebut, karena peningkatan pendidikan warga suatu negara akan mendorong pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Contoh yang sering digunakan untuk memberikan ilustrasi kesuksesan investasi di bidang pendidikan adalah negara Jepang dan Korea Selatan. Pertumbuhan ekonomi pada kedua negara ini bukan karena kekayaan sumber daya alam tetapi karena kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pada dekade 80an kedua negara ini disebut dengan Macan Asia. Kecenderungan yang terjadi di kedua negara ini kemudian diikuti oleh negara Cina telah mulai menunjukkan pertubuhan ekonomi yang pesat sejak awal tahun 90an.

Tentu saja nilai balik tidak hanya diukur dengan perbaikan dimensi ekonomi, tetapi juga dimensi lain. Pada negara-negara yang pendidikan warga negaranya relatif tinggi harmonisasi kehidupan sosial dan demokratisasi dalam kehidupan politiknya juga lebih baik dibanding dengan negara-negara yang warga negaranya memiliki pendidikan yang relatif rendah.

Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk mecanangkan kebijakan Pendidikan Menengah Universal (PMU) merupakan bentuk investasi pada diri manusia. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa untuk mempersiapkan generasi masa depan?. Hal ini didasarkan pada suatu argumentasi yang disepakati oleh pada ahli ekonomi pendidikan dan ahli pendidikan (educationist), dampak dari investasi pada diri manusia melalui pendidikan tidak terjadi pada jangka pendek, tetapi pada jangka panjang tepatnya bersifat generasional. Jika PMU tersebut dicanangkan pada saat ini, dampaknya adalah ketika para lulusan pendidikan menengah tersebut telah memasuki dunia kerja dan memberikan sumbangan dalam peningkatan produktivitas nasional.

Meskipun kebijakan yang diluncurkan oleh Kemdikbud adalah PMU, tentu saja tidak dimaksudkan bahwa mereka yag telah terdaftar pada satuan pendidikan jenjang pendidikan menengah hanya berhenti ketika lulus. Justru kelulusan pada dari satuan pendidikan jenjang pendidikan menengah menjadi aspirasi untuk melanjutkan pada jenjang pendidikan tinggi. Pada saat mereka telah menyelesaikan jenjang pendidikan, ketika itu mereka telah siap untuk memasuki dunia kerja.

Agar kebijakan PMU sebagai bentuk investasi yang mengantarkan generasi sekarang menjadi generasi masa depan yang kompeten dan produktif di masa depan terdapat tiga kriteria yang perlu dipertimbangkan yaitu nondiskriminatif, afirmatif, dan kualitas. Dua kriteria pertama berkaitan dengan peningkatan akses. Dengan kriteria nondkriminatif dimaksudkan untuk memberikan kesempatan yang setara kepada semua warga negara Indonesia lulusan jenjang pendidikan dasar untuk melanjutkan ke jenjang pendidian menengah. Kesempatan untuk mendapatkan pelayanan pendidikan menengah tidak boleh dibedakan berdasarkan pada warna kulit, agama, suku bangsa. Ketika ada lulusan jenjang pendidikan dasar yang berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomis, kesempatan yang sama tetap harus diberikan kepada mereka. Kesempatan tersebut diwujudkan melalui kebijakan afirmatif dengan memberikan dukungan finansial kepada mereka. Tanpa bantuan finansial mereka tidak akan mendapat kesempatan yang sama dengan teman mereka yang berasal dari keluarga yang lebih mampu secara ekonomi.

Kualitias pelayanan pendidikan merupakan harga yang tidak bisa ditawar jika ingin menghantarkan generasi sekarang ke masa depan yang lebih kompeten dan produktif. Mutu tidak hanya dimaknai dengan hasil tetapi juga proses. Kurikulum 2013 menjadi titik tolak untuk mengarahkan pelayanan pendidikan menengah yang bermutu. Tentu saja Kurikulum 2013 akan menjadi titik tolak pelayanan pendidikan menengah yang bermutu ketika didukung oleh guru yang kompeten dalam mengajar dan ketersediaan sarana pendidikan yang memadai.

Sumber : Website Kemdiknas