Lazuardi Athaillah Makassar

Bersama Masyarakat Makasar
Membangun Akhlak dan Membangkitkan Kreativitas Anak-anak Bangsa

Sudah banyak diketahui masyarakat Indonesia bahwa Lazuardi GIS adalah jaringan nasional sekolah Islam berwawasan global yang kualitas dan prestasinya sudah diakui baik di dalam maupun di luar negeri. Lazuardi Athaillah Makasar sebagai bagian dari jaringan sekolah ini, selain terus mengembangkan wawasan global dan pengajaran 21st Century skills, mengedepankan ajaran Islam sebagai agama yg lapang (al-hanifiyah al-samhah). Sebagai demikian, sekolah-sekolah kami menekankan pada penghargaan keragaman dalam berbagai aspek kehidupan sebagai sunnatullah dan pentingnya toleransi dalam menyikapinya. Hal itu kami wujudkan dengan berupaya mengembangkan sekolah inklusif yang menerima guru, karyawan maupun siswa dari berbagai latar belakang pemikiran, keagamaan, dan budaya nasional.

Lazuardi Global Islamic School menerapkan kurikulum nasional dan diperkaya dengan kurikulum internasional dari University Of Cambridge International Examinations, serta menerapkan sistem inklusi yang memberi kesempatan bagi siswa berkebutuhan khusus (special need students).

Kami hadir dengan visi jauh ke depan akan suatu masa yang memiliki berbagai ciri: persaingan yang ketat, pergaulan global yang intens, perubahan-perubahan yang sangat cepat di berbagai bidang kehidupan dengan segala permasalahannya, serta tantangan sekaligus kebutuhan kepada kehidupan keberagaman yang lebih bermoral. Disisi lain, pendidikan pada umumnya kurang mengarahkan proses belajar-mengajar kepada upaya-upaya pembangkitan kreatifitas anak didik, yang sesungguhnya merupakan kunci sukses anak-anak kita di masa depan.

Alhamdulillah kehadiran sekolah ini telah diterima bahkan mendapatkan perhatian luas baik dari masyarakat maupun dari pihak dinas pendidikan. Sejumlah pengakuan dari pemerintah melalui dinas pendidikan juga berbagai penghargaan yang telah kami terima diantaranya Lazuardi ditunjuk sebagai Tim Pengembang Kurikulum 2013 sekala nasional, juga melalui Surat Keputusan Kadisdikpora Kota Surakarta nomor 954 / 55 / Kep / SD-AUD / 2013 telah ditetapkan sebagai Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi dan melalui Surat Keputusan nomor 954 / 66 / Kep / SD / 2013 telah ditetapkan sebagai Sekolah Pusat Sumber (RESOURCE CENTER) Penyelenggara Pendidikan Inklusif serta masih banyak lagi penghargaan dan prestasi yang telah dicapai oleh Lazuardi pada umumnya.

Yang menjadi concern utama kami tertera jelas dalam visi lembaga yakni “Mencapai world class school yang dapat menjadi sumber inovasi dan kreativitas dalam upaya perbaikan terus-menerus falsafah, prinsip, sistem, dan praktik pendidikan serta mendorong ke arah pemerataan pendidikan berkualitas untuk seluruh masyarakat Indonesia”. Sedangkan Misinya yakni “Membekali siswanya untuk dapat memiliki kesemua bekal bagi suatu kehidupan yang baik, di dunia dan di akhirat, mengadvokasi pemerintah untuk mengembangkan sistem pendidikan yang baik dan accessible untuk seluruh masyarakat Indonesia, serta mendorong tumbuhnya sekolah-sekolah yang berkualitas”.
Sedang tujuan akhir (aim) pendidikan Lazuardi ialah “Menghasilkan siswa yang sejahtera baik secara fisik (sandang, pangan, papan), secara mental (memilki self esteem yang kuat), dan secara spiritual (memiliki sense of purpose in life dan sense of mission to help others, demi meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat)”.

Jika diringkaskan, unsur-unsur pendidikan di Lazuardi mencakup:
1). Islamic Education; 2). Character Building; 3). Compassionate education;
4). Inclusive education; 5). Multicultural (bilingual) education, global awareness);
6). Multiple Intelligences;
7). Project Based Learning (active and contextual learning);
8). Differentiated learning;
9). Entepreneurship program;
10). 21st Century Learning

Pada akhirnya, tujuan pendidikan di Lazuardi Athaillah GIS adalah untuk “Melahirkan manusia-manusia Indonesia yang mencintai ilmu pengetahuan, terampil, kreatif, menguasai kemampuan-kemampuan dasar dan memiliki ketrampilan hidup (life skill) yang tinggi, percaya diri, komunikatif, memiliki keprihatinan sosial, cinta lingkungan, serta beriman dan berakhlaq mulia”.

Dalam hal kegiatan belajar-mengajar (KBM), suasana kelas yang diatur sesuai kesepakatan antara guru dan siswa, membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih santai dan siswa dapat dengan mudah menerima materi yang disampaikan oleh guru.
Penyampaian materi kurikulum menggunakan dua bahasa atau bilingual (Indonesia-English), materi disampaikan melalui kegiatan-kegiatan yang berorientasi interaktifitas, membangkitkan kreativitas, dan bernuasa fun, dengan memanfaatkan sarana belajar di dalam ruang (in door) maupun diluar ruang (out door) baik disekitar maupun luar sekolah.
Kesemuanya itu menekankan pada penyediaan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk kreatif dan mampu secara aktif belajar sendiri, dan menemukan sendiri pengetahuan yang diperlukannya, pembelajaran menggunakan multi strategi (the best process). Guru berperan sebagai fasilitator untuk memberikan tantangan-tantangan kreatif kepada siswa dan sebagai katalisator untuk memantik kreativitas siswa dengan melayani berbagai modalitas belajar, baik visual, auditori maupun konkret kinestetik. Proses pembelajaran bersifat menyeluruh (holistik) semua mendapatkan perhatian yang sama, memberikan perhatian khusus selain pada aspek Kognitif (konseptual), aspek Afektif (emosi dan sikap) dan psikomotorik (praktek dan pembiasaan). Hal ini tidak hanya terbatas pada proses pembelajaran, melainkan juga pada penilaian (assessment) atas pencapaian siswa.

Kurikulum dirancang berdasarkan kurikulum nasional yang telah dimodifikasi untuk membuka ruang lebih besar bagi upaya-upaya pembangkitan kreatifitas siswa.
Penekanan khusus diberikan pada pengajaran agama yang berorientasi budi pekerti (akhlaq), pengembangan kemampuan berbahasa, serta keterampilan di bidang teknologi informasi.
Penerapan sistem bilingual (penggunaan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia) serta pengakomodasian kurikulum Internasional sejak tahun ajaran 2007/2008 dengan menerapkan program Cambridge International Primary Programme (CIPP) – , khususnya dalam 3 bidang utama, Bahasa Inggris, Matematika dan Sains – menjadi sarana pengembangan wawasan global siswa.
Program pengayaan dengan kegiatan Ekstrakurikuler dan Club untuk memfasilitasi kecerdasan siswa serta mencuatkan potensi dan bakat siswa.

Nilai-nilai pedagogis yang dianut Lazuardi dalam memberikan layanan pendidikan adalah:
• Memandang bahwa setiap siswa memiliki kecerdasan yang khas sesuai dengan konsep Multiple Intelligences Howard Gardner
• Memandang lingkungan sebagai laboratorium belajar yang tak terbatas
• Memandang sekolah sebagai rumah kedua bagi seluruh civitas
• Meyakini bahwa proses belajar yang memunculkan kreativitas dan daya belajar hanya akan berjalan dalam suasana yang demokratis, fun and enjoyable, contextual, brain based, enforcing positive emotions, kompetitif secara benar dan proporsional, mendorong kerja-keras berdasar kecintaan (vocation), dan student oriented
• Alih-alih pada hasil belajar, penekanan diberikan pada proses belajar
• Memandang bahwa keberhasilan pembelajaran di sekolah hanya akan tercapai jika ada kerjasama yang baik antara guru/sekolah, orangtua dan masyarakat secara keseluruhan
• Mengembangkan keterbukaan dan inovasi terus-menerus berdasarkan evaluasi dan temuan baru di dunia pendidikan.

Untuk menunjang semua idealisme itu, Lazuardi GIS memiliki tenaga pengajar terbaik dari berbagai latar belakang. Direkrut dari universitas-universitas terbaik di seluruh Indonesia, para pendidik mendapat latihan secukupnya dan program-program pengembangan wawasan secara terus-menerus.

Last but not least adalah penguatan nilai-nilai keIslaman secara integratif ke setiap kegiatan dan mata pelajaran.
Lazuardi GIS menganut pandangan keberagamaan yang inklusif dan toleran. Prinsip ini diterapkan dengan menerima siswa dari berbagai latar belakang. Lazuardi GIS percaya kesempatan memperoleh pendidikan yang baik harus di berikan seluas-luasnya kepada semua anak tanpa memandang latar belakangnya.
Meskipun demikian, kebijakan yang menyangkut pendidikan dan ritual agama di Lazuardi GIS berpedoman pada kurikulum nasional dan sepenuhnya mengacu pada mazhab ahlus- Sunnah wal-Jama’ah yang dianut mayoritaa umat Islam di Indonesia.

Kunjungan Bulanan siswa SD ke Museum Balaikota dan Perpustakaan

Assalamualaikum.

Museum dan perpustakaan balaikota, menjadi lokasi kunjungan bulanan oleh siswa siswi SD Lazuardi Athaillah GIS Makassar. Anak anak dapat memiliki banyak pengalaman menarik dan lebih bersosialisasi dengan lingkungan luar (learning outdoor).

Homestay Malino Grade 9

Alhamdulillah kegiatan Homestay Angkatan 1 berjalan dengan lancar. Homestay meruakan salah satu kegiatan sekolah yang akan dilaksanakan oleh Grade 9. Dimana ananda dapat belajar dalam berkehidupan sosial.

Angkatan 1 homestay dilaksanakan di Desa Bulu Tana, Malino Kab. Gowa. Rangkaian acara berjalan dengan lancar, mulai dari membantu dg.Mina memanen kacang tanah. Membantu dg.Mina memanen padi. Melakukan bazar baju, buku, mainan, perlengkapan sekolah dan banyak lagi. Terimakasih Bapak Ibu lingkungan Bulu Tana sudah menerima kami dan memberi kami pelajaran yang banyak.

Semangat Berkompetisi yang Positif dalam Berproses Menuai “Bonus” yang Memuaskan

Semangat kompetitif yang positif adalah hal yang perlu ditumbuhkan di dalam diri seorang peserta didik. Dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat kompetitif seorang siswa akan belajar mengenai proses, bagaimana berusaha melakukan yang terbaik, bagaimana berinteraksi, melakukan toleransi, mengajukan pendapat dengan baik, menghargai pendapat orang lain dan pengalaman-pengalaman teknis yang tidak dapat mereka pelajari di dalam kelas, begitupun dengan pelejaran untuk berlapang dada dalam menerima hasil dari usaha yang telah dilakukan.

Sebagai manusia-manusia muda yang sedang berada dalam kondisi semangat juang yang membara, siswa-siswi kami sangat antusias dalam mengikuti berbagai perlombaan. Salah satu ajang bergengsi yang kami ikuti terakhir kali adalah Koding Keker Competition yang diadakan oleh Rubrik Keker / Zetizen dari Harian Fajar bertempat di Gedung Balai Sidang Utama Universitas Muhammadiyah Makassar (9 – 14 Mei 2016).

Dalam event ini kami mengikuti 4 jenis lomba yang diharapkan akan mampu untuk membangun jiwa kompetisi positif dalam diri siswa-siswi kami. Keempat lomba tersebut adalah Cerdas Cermat, Tari Kreasi, Unique Dresscode, dan yang menjadi hot news pada event ini adalah lomba Koran Dinding 3 Dimensi.

Alhamdulillah, dalam ajang ini, meskipun kami tidak fokus dalam mengejar juara kami mampu membawa pulang 3 piala yang tentu saja menjadi “bonus” dalam mencambuk semangat siswa-siswi kami. Mereka sempat minder mengikuti perlombaan ini untuk pertama kalinya, terdapat pergulatan emosi yang cukup sengit mengingat persaingan yang akan mereka hadapi cukup sengit. Pengalaman ini tentu saja sangat diharapkan mampu memberikan efek-efek positif yang nantinya akan berguna bagi kehidupan siswa-siswi kami in real life.

 

 

 

 

 

 

 

Field Trip Lazuardi Athaillah GIS Makassar 2016

Assalamualaikum..

“The only source of knowledge is experience” Albert Einstein

Alhamdulillah kami telah melaksanakan kegiatan tahunan sekolah yaitu melakukan proses pembelajaran berbentuk perjalanan yang diharapkan dapat membantu siswa-siswi kami mengalami secara langsung hal-hal yang selama ini hanya mereka dapatkan dalam bentuk teori di dalam kelas.

Kali ini kami mengunjungi salah satu daerah termaju di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Kabupaten Bantaeng. Kami menempuh perjalanan selama 4 jam untuk tiba di daerah ini. Dalam kesempatan ini kami mendapatkan kehormatan untuk bertemu dan mengadakan audiensi dengan Bapak Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr. sebagai Bupati yang mampu membawa nama Kabupaten Bantaeng dalam kancah internasional. Siswa-siswi kami diberikan kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang membuat mereka penasaran mengenai menejemen kepemimpinan Beliau. Bagaimana Beliau membuat kemajuan besar-besaran dalam berbagai sektor di daerah Bantaeng? Bagaimana Beliau melihat kompetensi yang besar di daerah tersebut, sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya? Bagaimana Beliau menerapkan manajemen yang tepat dalam rangka membangun daerah tersebut?

Kami disambut hangat dan bahkan dijamu oleh Beliau. Siswa-siswi kami pun berkesempatan untuk berpaduan suara di hadapan Beliau. Terima kasih Bapak Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr. Doakan kami menjadi orang yang berguna bagi orang lain seperti Bapak.

 

Sebagai daerah yang berdampingan dengan pesisir laut, Bantaeng menawarkan pemandangan laut yang indah dan tidak mungkin kami lewatkan. Setelah berolahraga pagi hari itu, kami bermain dan menikmati keindahan pantai Marina.

Setelah puas bermain dengan angin pantai yang cukup menggerahkan, kami beranjak menikmati daerah sejuk nan indah yang juga ditawarkan oleh Kabupaten Bantaeng. Desa Loka merupakan salah satu objek wisata yang ternama di Kabupaten Bantaeng. Desa ini terletak di daerah pegunungan sehingga kami bisa meredakan semangat yang tadinya menggebu-gebu dibakar oleh terik matahari pantai. Di desa ini kami menikmati keindahan perkebunan mini yang menyajikan pemandangan taman bunga yang sedang mekar.

Kami belajar dari pengalaman. Pengalaman kami maupun pengalaman orang lain. Kami menuju sukses, InsyaAllah.

“Trees for Earth” Kegiatan Earth Day 22 April 2016

Assalamualaikum..

Let there be peace on earth and let it begin with me” Seymour Miller and Jill Jackson

Karena hal besar selalu diawali dengan langkah-langkah kecil. Memberikan yang kami bisa kepada Bumi kami yang besar ini dengan melakukan hal-hal kecil dari diri kami dan sekitar kami.

Proses membuat vertical garden

Memanfaatkan barang bekas,

Membersikan lingkungan sekolah

Membuat poster unik mengenai bumi untuk mengingatkan orang lain dan diri sendiri betapa pentingnya menjaga kelestarian bumi

 

Semoga dengan kegiatan ini kami semua menjadi lebih bersyukur atas nikmat Allah SWT dengan menjaga kelestarian bumi sebagai salah satu nikmat-Nya.

 

Kegiatan siswa: Aktif, Kreatif dan inovatif – LazA Fest 2016

10372585_226782904337991_1256524993235861013_n 5445_226780431004905_8140978552689641428_n 12806120_226779781004970_5584203271427635792_n

Assalamualaikum everyone..

Kegiatan LazA Fest 2016 yang kami adakan pada hari Ahad, 14 Februari 2016 ini berlangsung sangat meriah. Dengan jumlah peserta lomba yang tidak kami duga hampir mencapai 100 orang menjadi kebanggan tersendiri bagi kami bahwa kami mampu membangkitkan minat dan jiwa kompetitif yang sehat dari para partisipan. ke-lima lomba yakni lomba menggambar, lomba tahfidz, lomba story telling, lomba menyanyi solo serta lomba ranking 1 menjadi hal menarik tersendiri bagi peserta yang menyukai seni dan mampu dalam bidang akademik. Melalui kegiatan ini para siswa Lazuardi Athaillah Makassar pun mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga terkait dengan kemampuan sosial serta kemampuan time and person managerial dalam bentuk kepanitiaan yang akan menjadi pengalaman awal mereka dalam menjalani kehidupan real yang lebih efektif dan efisien. Anak-anak kami menjadi lebih aktif dalam melakukan komunikasi yang baik dan formal sebagai panitia, memamerkan hasil-hasil karya kreativitas yang mereka dapatkan dari kelas kewirausahaan sebagai bentuk karya unik bernilai, serta melatih kepercayaan dirinya dengan menampilkan kemampuan mereka dalam bidang seni vokal dan tari.

Karena kami mempelajari kehidupan dengan cara yang sangat menarik.

Alhamdulillah, semoga kegiatan ini menjadi berkah bagi kami.

We do the process and we get the result.

22 Alasan Kenapa Orang Tua Perlu Menyekolahkan Anaknya di Lazuardi GIS

cropped-email-stiker-mobil1.jpg

1.
Lingkungan sekolah dirancang agar nyaman, selesa (spacious), asri, bersih, sehat, sopan, ramah, akrab, dan demokratis.
2.
Tersedia sarana yang cukup untuk menunjang proses pembelajaran, baik dalam hal ketersediaan berbagai lab sains, bahasa, dan komputer — ruang untuk berbagai aktivitas, alat peraga, sarana Teknologi Informasi, perpustakaan, wahana permainan dalam dan luar ruang, dan sebagainya.
3.
Kurikulum di Lazuardi GIS dirancang dengan sepenuhnya mengacu kepada perspektif yang benar mengenai tujuan pendidikan, yakni menyiapkan anak-anak kita agar menjadi manusia-manusia yang berhasil dan hidup sejahtera. Termasuk di dalamnya :a. Memilih mata pelajaran-mata pelajaran dan materi-materi wajib hanya yang benar-benar relevan dengan tujuan pendidikan tersebut di atas. Dengan demikian, bukan saja siswa tak perlu dibebani dengan materi yang terlalu padat, proses pembelajaran dapat dirancang lebih fun, lebih demokratis, dan memberi ruang yang jauh lebih banyak bagi siswa untuk melatih berfikir kreatif.

b. Memanfaatkan kurikulum intenasional yang dikembangkan di berbagai negara maju untuk memperkaya kurikulum nasional dan kurikulum khas Lazuardi.

4.
Sebagai sekolah Islam, bukan saja pelajaran agama mendapat perhatian penting, pengajaran mata pelajaran ini dilakukan dengan mengacu kepada perbaikan kualitas budi pekerti (akhlak) yang memang merupakan tujuan puncak pendidikan agama.
5.
Lazuardi GIS tidak menuntut siswa menghafal kecuali pada sebatas minimum materi yang memang membutuhkan hafalan, seperti Aritmatika, rumus-rumus tertentu, bacaan shalat dan doa-doa, dan sebagainya.
6.
Guru ditempatkan sebagai fasilitator untuk mendukung perkembangan segala kemampuan dan kreativitas siswa dan bukan makhluk serba tahu otoriter yang memperlakukan siswa sebagai wadah mati yang dijejali dengan berbagai materi apa saja yang lebih sering tidak relevan dan tidak kontekstual dengan kebutuhan real siswa dan tujuan pendidikan yang benar.
7.
Guru-guru yang merupakan lulusan-lulusan terbaik dari berbagai perguruan tinggi terkemuka, UI, ITB, IPB, UGM, UNPAD, Perguruan-perguruan Tinggi ilmu Kependidikan (dahulu IKIP), UIN (dahulu IAIN) dan sebagainya, yang terlatih, committed terhadap pekerjaannya, kreatif, penuh dedikasi, dan memiliki kasih sayang kepada anak-anak.
8.
Menerapkan pendekatan Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) yang mengakui kepemilikan berbagai kecerdasan yang berbeda-beda dalam setiap siswa, untuk kemudian menggali dan mengembangkannya. Berdasar pendekatan ini, Lazuardi GIS menganggap semua anak adalah (berpotensi menjadi) juara, dan karenanya sangat dermawan untuk memberikan award kepada semua siswa.
9.
Kegiatan belajar sambil bergerak dan bekerja, serta praktik (hands on learning), mendapatkan penekanan penting. Demikian pula penggunaan alat peraga visual. Hal ini dimaksudkan agar proses belajar melibatkan ketiga-tiga gaya-belajar : auditori, visual, dan kinestetik (berorientasi gerak). Untuk keperluan ini sekolah menyediakan minizoo dan minifarm sebagai medium bagi siswa untuk belajar pertanian, sambil belajar berkegiatan ekonomi dengan menjual hasilnya pada saat market day.
10.
Untuk mendukung hal di atas, kelas dirancang sedemikian sehingga tak memiliki arah muka demi menciptakan impresi bahwa fokus kelas adalah seluruh siswa, dan bukan guru.
11.
Pada saat yang sama, kelas juga di atur dan dihias secara meriah dan bervariasi dengan berbagai alat peraga, termasuk hasil karya siswa, demi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi lahirnya kreativitas dan kepercayaan diri siswa.
12.
Proses pembelajaran diselenggarakan secara kontekstual dengan kehidupan sehari-hari siswa agar siswa lebih mudah menangkap dan juga terlatih untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan kebutuhan-kongkretnya.
13.
Demikian pun, ruang belajar sama sekali tak dibatasi pada ruang kelas, melainkan juga seluruh lingkungan sekolah, baik yang dekat maupun yang jauh. Karena itu, karya wisata ke luar sekolah, seperti ke tanah pertanian, sungai, perkebunan, bank, supermarket, kantor pos, bandara, industri, dan sebagainya, mendapatkan perhatian khusus dan merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dengan kurikulum sekolah.
14.
Memberikan perhatian besar kepada pengembangan minat baca dan keterampilan menulis. Untuk keperluan pengembangan minat baca ini sekolah menyediakan ruang perpustakaan pusat dan perpustakaan-perpustakaan mini di setiap kelas.
15.
Memberikan perhatian khusus, selain kepada aspek kognitif (konseptual), juga kepada aspek-aspek afektif (emosi dan sikap) dan psikomotorik (praktik dan pembiasaan). Hal ini tak terbatas hanya pada proses pembelajaran, melainkan juga pada penilaian (assessment) atas pencapaian siswa. Bahkan, pelajaran-pelajaran tertentu dinilai lebih dari sudut afektif dan psikomotorik, ketimbang kognitif, seperti misal pelajaran agama dan budi pekerti, olah-raga, dan sebagainya.
16.
Memberi perhatian besar kepada Teknologi Informasi (information Technology, IT) dalam bentuk pengenalan dan pendalaman keterampilan ini bahkan sejak anak masih berada di tingkatan prasekolah, serta menyediakan sarana komputer di setiap kelas, di samping pengadaan lab komputer yang lengkap dan up to date.
17.
Sebagai bagian dari pemberian perhatian khusus kepada IT, dan untuk mendukung komunikasi yang intensif antara sekolah, siswa, dan orang tua, Lazuardi GIS mengembangkan sistem data base on-line real time selama 24 jam yang memungkinkan orang tua dan siswa berkomunikasi secara one to one dengan sekolah, termasuk mengakes materi pelajaran, PR, tugas-tugas, dan pesan-pesan guru/sekolah, dengan jalan melakukan koneksi dengan server pusat di sekolah. Untuk keperluan ini, setiap orang tua diberi pass word khusus.
18.
Penerapan secara bertahap — program bilingual, yakni penggunaan bahasa Inggris sebagai medium pengajaran di samping bahasa Indonesia.
19.
Sekolah terus mengembangkan upaya untuk meningkatkan komunikasi dengan orang tua karena, Lazuardi GIS berkeyakinan bahwa tujuan pendidikan akan bisa dicapai secara maksismum hanya jika terjadi komunikasi dan kerjasama yang intensif di antara keduanya.
20.
Mengadopsi prinsip pendidikan inklusif, yakni mengintegrasikan anak special needs ke dalam kegiatan belajar-mengajar regular (yang dilengkapi dengan program terapi khusus oleh terapis-terapis terlatih dan berpengalaman). Dasarnya adalah keyakinan bahwa anak-anak seperti ini akan lebih terdukung untuk mengembangkan potensinya jika bersekolah di sekolah regular, dan bukan sekolah luar biasa. Selain tentu memberikan manfaat kepada siswa-siswa yang memiliki special needs tersebut, program ini juga membantu anak-anak untuk bisa bersosialsisasi dengan berbagai kelompok orang dengan ciri khas masing-masing, sekaligus menimbulkan compassion dan sikap penuh pengertian terhadap rekan-rekannya yang memiliki kebutuhan khusus.
21.
Lazuardi GIS memiliki dan menyelenggarakan tanggung-jawab sosial dengan memberikan beasiswa kepada siswa dari keluarga kurang mampu di sekitar sekolah, mengembangkan program madrasah asuh, dan terlibat dalam pengembangan sekolah unggulan gratis, juga bagi keluarga kurang mampu. Partisipasi Lazuardi GIS mencakup pelatihan guru, termasuk penyediaan kesempatan magang, penggunaan fasilitas-fasilitas sekolah untuk kegiatan belajar-mengajar di madrasah dan sekolah unggulan gratis tersebut, bantuan perancangan kurikulum, penyediaan guru bantuan, dan jika diperlukan pemberian bantuan dana.
22.
Manajemen di Lazuardi GIS diselenggarakan secara profesional sesuai standar-standar yang diterapkan di setiap organisasi dan usaha yang baik, termasuk dalam bidang administrasi, pengembangan SDM (HRD), umum (general affairs), dan sebagainya.

Sumber : Lazuardi Jakarta